Articles » General » Konsep Sistem Informasi
Konsep Sistem Informasi
Posted on 2005-02-11 02:37:10 - #Hits : 4732

Pendahuluan
Sistem Informasi sebagai salah satu perangkat pendukung pengambilan keputusan telah banyak digunakan dan dirasakan manfaatnya, apalagi dalam era teknologi informasi saat ini.

Pemanfaatan sistem informasi dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektifitas sumber daya secara signifikan apabila dibandingkan dengan sistem manual.

Jika dicermati lebih lanjut, pemanfaatan sistem informasi itu sendiri tidak lepas dari penggunaan perangkat cerdas komputer beserta aplikasi yang telah tersusun dengan rapi dan sistematis yang dijalankan oleh pengguna sebagai pihak pengambil keputusan.

Aplikasi yang digunakan beragam jenis bergantung pada jenis keputusan dan keperluan yang diinginkan oleh pengguna. Namun pada dasarnya aplikasi tersebut dapat dibagi menjadi beberapa kelompok dimana akan dijelaskan kemudian pada makalah ini.
Aspek Penyusun Sistem Informasi
Dalam penggunaan sistem informasi sebagai dasar penunjang pengambilan keputusan, setidaknya terdapat tiga aspek penting yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya agar dapat berfungsi dengan baik. Ketiga aspek tersebut yaitu:
  1. Perangkat keras (hardware)
  2. Perangkat lunak (software) dan
  3. Perangkat pintar (brainware)
Jika salah satu atau lebih aspek tersebut tidak tersedia, maka sistem informasi tidak dapat berfungsi dengan baik. Demikian pula mengenai kemampuan yang dimiliki oleh ketiga aspek tersebut haruslah seimbang agar dapat meraih hasil yang optimal. Ketidak seimbangan kemampuan antar aspek dapat menyebabkan tersendatnya pengaturan sumber daya yang tersedia untuk diolah yang tentunya akan menyebabkan tertundanya proses pengambilan keputusan. Secara singkat, berikut penjelasan masing - masing aspek tersebut.

1. Perangkat Keras (hardware)
Perangkat keras meliputi segala sesuatu, yang pada umumnya berwujud benda atau mesin yang berfungsi untuk menyediakan hubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung antara perangkat lunak dan pengguna sebagai perangkat pintar.

Hubungan langsung ditandai dengan penyediaan alat interaksi antara perangkat lunak dengan perangkat pintar. Alat interaksi ini terbagi menjadi dua, yaitu yang berfungsi sebagai alat masukan (input) dan alat keluaran (output).

Sedangkan hubungan tidak langsung ditandai dengan penyediaan sumber daya perangkat keras yang digunakan oleh perangkat lunak untuk memproses informasi. Hubungan ini tidak dapat dilihat secara langsung oleh pengguna.
2. Perangkat Lunak (software)
Secara fisik, perangkat lunak tidak berwujud, perangkat ini bekerja di balik layar. Perintah yang diinginkan oleh pengguna yang disampaikan melalui perangkat keras alat input diterima oleh perangkat lunak untuk ditentukan hasilnya dengan bantuan menggunakan perangkat keras penyedia sumber daya.

Hasil proses kemudian dikembalikan ke perangkat lunak untuk ditentukan aktifitas selanjutnya. Jika hasil tersebut harus disampaikan kepada pengguna, maka perangkat lunak akan menyampaikannya melalui alat output perangkat keras.
3. Perangkat Pintar (brainware)
Sebagai pihak yang berkepentingan dalam usaha pengambilan keputusan, perangkat pintar membutuhkan informasi yang telah diolah atau dianalisa oleh perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat inilah yang menentukan dan memilih apakah informasi yang didapat dari proses pengolahan tersebut layak diolah dan digunakan lebih lanjut dalam rangka proses pengambilan keputusan.

Dengan kecanggihan teknologi, kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak semakin meningkat. Antara perangkat keras dan perangkat lunak sulit menemukan siapa yang lebih unggul terlebih dahulu. Kemunculan perangkat keras dengan teknologi baru selalu diikuti dengan munculnya perangkat lunak baru yang berfungsi untuk mengoptimalkan perangkat keras tersebut.


Namun di sisi lain, munculnya perangkat lunak baru yang membutuhkan kemampuan perangkat keras yang benar - benar tangguh membuat produsen perangkat keras berinovasi untuk meningkatkan kemampuan produknya.

Jadi keduanya saling berinovasi yang pada akhirnya membuat pertumbuhan peningkatan kemampuan yang dimiliki semakin meningkat dengan cepat.

Karena pengguna memegang peranan penting untuk mengelola informasi yang diinginkan, maka pengguna harus dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mengenai segala perubahan yang terjadi pada perangkat keras maupun perangkat lunak sehingga kemampuan keduanya dapat digunakan secara optimal, efisien dan efektif.
Perangkat Keras
Walaupun jenis, bentuk dan tugasnya beragam, namun seperti yang telah disinggung di muka, pada umumnya perangkat keras dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai penyedia sumber daya dan alat interaksi antara perangkat lunak dengan perangkat pintar.

Perangkat keras yang bertugas sebagai penyedia sumber daya antara lain adalah sebagai berikut:

Processor
Untuk mengolah informasi, perangkat keras ditulangpunggungi oleh perangkat cerdas processor. Perangkat inilah yang bertugas melakukan perhitungan - perhitungan, seperti operasi aritmetika dan logika.

Processor dan perangkat keras lainnya sebenarnya tidak dapat mengenali informasi yang dimasukkan oleh penguna. Processor hanya mengenali informasi dalam bentuk bit (binary digit), yaitu data yang hanya berupa simbol angka 1 dan 0 saja. Simbol tersebut mewakili perintah listrik hidup (on) dan mati (off) yang dikenakan terhadap perangkat tersebut. Setiap perintah operasi dan data diwakili dengan sederet simbol bit yang berbeda satu dengan lainnya.

Kemampuan processor diukur dengan satuan Hertz (Hz), yaitu seberapa banyak perintah yang mampu diproses dalam selang waktu 1 detik. Semakin banyak semakin baik kemampuan processor tersebut. Processor terbaru bahkan mampu memproses perintah sebesar lebih dari 2 GHz (Giga Hertz), atau setara dengan 2 milyar instruksi per detiknya.

Dengan teknologi informasi yang sudah sedemikian canggih, pengguna dapat membuat sebuah sistem informasi yang diolah oleh sistem komputer super (clustering processing) dimana kemampuan processor tersebut dapat mencapai lebih dari sepuluh trilyun instruksi per detiknya.
Memori
Perangkat ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan data yang akan diproses maupun data hasil proses pengolahan yang dilakukan oleh processor. Namun proses penyimpanan data ini bersifat sementara, hanya dapat dilakukan selama memori mendapat aliran listrik, artinya data yang tersimpan akan hilang begitu aliran listrik dimatikan.

Semakin banyak tempat yang disediakan untuk menampung data, semakin baik pula kemampuan memori. Kemampuan ini diukur dengan satuan byte. Untuk penggunaan biasa, kapasitas standar ukuran memori saat ini adalah sebesar 65 juta byte, atau setara dengan 64 Megabytes (MB).

Disamping kemampuan menyediakan tempat untuk menyimpan data, kemampuan memori juga diukur dari tingkat transfer data yang mampu dilakukan dalam melakukan penyimpanan dan pengambilan data dari dan ke memori. Semakin pendek (cepat) proses transfer data tersebut, semakin baik pula kemampuannya.

Kecepatan transfer data ini umumya diukur dalam satuan detik. Namun karena kecepatannya sangat cepat, kurang dari satu detik, maka satuan pengukuran diubah menggunakan satuan nano second (ns), atau setara dengan 10-9 detik. Kecepatan transfer memori yang beredar sekarang ini umumnya berkisar antara 7ns hingga 4,5 ns.
Kartu Grafis
Perangkat ini berfungsi untuk mengolah informasi yang berkaitan dengan tampilan, baik itu berupa teks maupun gambar. Umumnya hasil pemrosesan disambungkan dengan perangkat keluaran (output).

Kartu grafis mempunyai beberapa ukuran kemampuan yaitu kecepatan unit pengolah gambar dan daya tampung informasi yang mampu disimpan. Unit pengolah gambar pada perangkat ini dapat disamakan sebagai processor, dan daya tampung informasi dapat disamakan sebagai memori. Demikian pula dengan satuan kemampuannya.

Untuk saat ini, kartu grafis dengan kemampuan daya tampung informasi sebesar 32 MB sudah menjadi standar penggunaan sehari - hari.
Motherboard / Mainboard
Perangkat ini sangat vital dan penting. Ketiga buah perangkat tersebut di atas yaitu processor, memori dan kartu grafis tidak akan dapat berfungsi jika tidak disatukan dalam sebuah rangkaian sirkuit terintegrasi yang dinamakan motherboard / mainboard.

Perangkat ini mengintegrasikan dan menghubungkan hampir semua perangkat keras. Tanpa perangkat ini perangkat keras yang ada tidak akan dapat bekerja.
Media Simpan Eksternal
Ada kalanya suatu informasi dibutuhkan untuk digunakan pada kesempatan lain, untuk itu informasi harus disimpan terlebih dahulu. Perangkat memori dapat memenuhi tugas tersebut. Namun perangkat tersebut mempunyai kelemahan karena hanya dapat menyimpan data sementara saja, tidak dapat selamanya. Maka untuk menyimpan data dalam kurun waktu yang lebih lama, diperlukan media simpan dengan kemampuan tenggang waktu penyimpanan yang lebih lama.

Media simpan ini memiliki kemampuan untuk tetap menyimpan data yang ada walaupun aliran listrik telah dimatikan. Hal ini dapat terjadi karena data yang disimpan pada media tersebut tidak berupa aliran gelombang listrik, namun berupa gelombang elektromagnetik yang tetap dapat bertahan walaupun aliran listrik telah diputus.

Kemampuan media simpan diukur dengan seberapa banyak tempat yang disediakan untuk menampung data yang disimpan dan seberapa cepat transfer data dari dan ke perangkat tersebut.

Umumnya daya simpan media ini jauh lebih besar bila dibandingkan dengan kemampuan simpan memori, namun sebaliknya mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat bila dibandingkan dengan perangkat memori.
Kartu Jaringan
Umumnya, sebuah sistem informasi yang cukup besar tersambung dalam sebuah jaringan komputer. Dengan adanya jaringan komputer, maka pekerjaan yang tersedia dapat dibagi kepada pengguna yang sesuai sehingga dapat mempercepat waktu penyelesaian pekerjaan bila dibandingkan dengan apabila pekerjaan tersebut hanya dikerjakan oleh satu orang saja.

Untuk membuat jaringan komputer, maka diperlukan kartu jaringan. Perangkat ini berfungsi untuk menghubungkan antar komputer sehingga masing - masing komputer dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi, sehingga akses informasi akan berlangsung lebih cepat dan praktis.
Kartu Suara
Perangkat ini berfungsi untuk mengolah informasi yang berkaitan dengan suara, Umumnya hasil pengolahan ini disambungkan ke perangkat keluaran (output).


Dan masih banyak lagi perangkat keras lain yang berfungsi sebagai penyedia sumber daya. Sedangkan perangkat keras yang bertugas sebagai alat masukan (input) dan alat keluaran (output) antara lain adalah sebagai berikut:

Keyboard
Perangkat ini berfungsi untuk menerima masukan perintah dari pengguna. Perangkat ini umumnya menyediakan tombol - tombol huruf dan angka yang dapat ditekan oleh pengguna untuk menyampaikan informasi atau perintah yang diinginkan.
Pointing Device
Perangkat yang hanya mempunyai beberapa tombol ini berfungsi untuk menerima masukan perintah dari pengguna berdasarkan perpindahan atau gerakan perangkat. Perangkat ini mempunyai sensor untuk mendeteksi gerakan dan penekanan tombol. Umumnya perangkat ini digunakan dalam pengolahan informasi dalam bentuk grafis.

Contoh pointing device yang sering digunakan adalah perangkat mouse, joystick, lightpen, dan sebagainya.
Microphone
Perangkat ini berfungsi untuk menerjemahkan sinyal suara yang disampaikan oleh pengguna menjadi sinyal listrik yang dimengerti oleh perangkat kartu suara untuk diolah lebih lanjut oleh perangkat lunak.

Sinyal suara ini umumnya digunakan untuk perekaman, hubungan percakapan antar pengguna yang terhubung ke dalam jaringan komputer dan bahkan dapat pula digunakan untuk memasukkan perintah untuk menjalankan aksi tertentu.
Scanner
Perangkat ini berfungsi untuk menerjemahkan informasi pada kertas (bentuk 2 dimensi) menjadi informasi yang dimengerti oleh perangkat lunak, misalkan dalam bentuk grafis. Informasi ini kemudian disimpan dalam perangkat memori atau media simpan eksternal.

Perangkat ini berguna terutama untuk proses pembuatan cadangan dokumen / arsip kertas menjadi bentuk elektronik (file) dan pembuatan paperless office.
Monitor
Perangkat ini berfungsi untuk menampilkan segala macam informasi yang diolah baik oleh perangkat keras lain maupun perangkat lunak yang terpasang kepada pengguna.

Sumber informasi monitor diperoleh dari informasi yang disambungkan pada kartu grafis.
Printer
Perangkat printer berfungsi untuk mencetak informasi hasil pengolahan pada media kertas umumnya sebagai bahan laporan atau untuk dipergunakan pada proses selanjutnya.
Speaker
Perangkat ini berfungsi untuk mengubah sinyal listrik hasil pengolahan dari kartu suara menjadi sinyal analog suara agar dapat didengar oleh pengguna.


Perangkat keras yang berfungsi sebagai alat masukan dan alat keluaran tidak hanya sebatas perangkat yang telah dijelaskan di atas. Masih banyak terdapat perangkat lain dengan bentuk dan kegunaan yang beragam.
Perangkat Lunak
Seperti yang telah disinggung di muka bahwa perangkat lunak memegang peranan penting dalam menentukan pengolahan informasi yang disampaikan oleh pengguna dengan memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh perangkat keras.

Menurut fungsinya, perangkat lunak dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori besar, yaitu:
  1. Sistem Operasi
  2. Aplikasi Pengolah Data
  3. Utility
Masing - masing kategori tesebut masih mempunyai sub kategori untuk membedakan suatu perangkat lunak. Adapun penjelasan mengenai kategori beserta sub kategori yang dimilikinya adalah sebagai berikut:

Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang vital dalam sebuah sistem komputer. Perangkat inilah yang bertugas mengatur dan mengendalikan hubungan permintaan sumber daya perangkat keras oleh perangkat lunak lain seperti aplikasi pengolah data dan utility. Tanpa sistem operasi, aplikasi yang tersedia tidak dapat digunakan.

Perangkat ini menyembunyikan kerumitan - kerumitan sistem dari pengguna dalam mengatur sumber daya yang ada untuk memenuhi permintaan perintah dari perangkat lunak lain.

Berdasarkan fungsinya, sistem operasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Server
    Sistem operasi yang tergolong jenis ini hanya dapat ditemui pada sistem jaringan komputer dimana antar komputer dihubungkan satu sama lainnya.

    Komputer yang saling terhubung memerlukan sebuah atau lebih sistem komputer yang bertugas untuk mengatur dan mengelola lalu lintas jaringan, hak akses, dan sumber daya lainnya. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh sistem operasi yang bertindak sebagai server.

    Sistem operasi jenis ini mempunyai keunggulan dalam hal stabilitas, kemanan sistem dan kemampuan pengolahan sumber daya yang sangat besar. Sistem operasi ini biasanya kurang mementingkan kemampuan tampilan dan kemudahan pemakaian bagi pengguna (user friendly).

    Contoh sistem operasi jenis ini antara lain UNIX, Linux, FreeBSD, MS Windows NT / 2000 Server, Novel Netware, dan sebagainya.
  2. Client / Workstation
    Sistem operasi jenis ini dapat dipakai baik pada lingkungan jaringan komputer maupun pemakaian yang berdiri sendiri (stand alone).

    Keunggulan sistem operasi jenis ini adalah dalam hal kemampuan tampilan dan kemudahan pemakaian bagi pengguna, namun kurang memperhatikan stabilitas, keamanan sistem dan kemampuan pengolahan sumber daya yang sangat besar.

    Contoh sistem operasi jenis client antara lain MS DOS, MS Windows 95/98, Macintosh, Linux, BeOS, dan sebagainya.
Sementara, berdasarkan kemudahan dalam hal pemasukan perintah, sistem operasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
  1. Berbasis Teks (Command Line Interface / CLI)
    Sistem operasi berbasis teks secara normal (default) hanya menggunakan tampilan teks untuk menerima dan menampilkan perintah yang dilaksanakan. Namun tidak menutup kemungkinan beberapa aplikasi dapat berjalan pada mode grafis dengan memanfaatkan rutin - rutin grafis yang dibuat oleh pihak lain.

    Keunggulan sistem operasi jenis ini adalah dalam hal fleksibilitas pengaturan perintah yang dapat dilaksanakan serta kemampuan untuk menampilkan tindakan yang sedang berlangsung kepada pengguna. Sedangkan kelemahannya terletak pada kemudahan operasi dan kekurang menarikan tampilan karena hanya berjalanan pada mode teks.

    Contoh sistem operasi jenis ini adalah MS / PC DOS, Linux, UNIX, dan sebagainya.
  2. Grafis (Graphical User Interface / GUI)
    Sesuai dengan namanya, sistem operasi jenis ini menggunakan tampilan grafis untuk menerima perintah dan menampilkan hasil kepada pengguna. Tampilan grafis dimaksudkan untuk menyembunyikan segala kerumitan tindakan atau perintah yang dijalankan. Namun sistem operasi jenis ini juga mempunyai kemampuan untuk menerima perintah dalam bentuk teks (Command Line Interface).

    Keunggulan sistem operasi ini terletak pada kemudahan yang ditawarkan kepada pengguna dalam mejalankan perintah yang diinginkan. Pengguna tidak perlu mengetik perintah dalam bentuk rangkaian teks yang cukup panjang, namun cukup dengan menggunakan pointing device hanya dalam beberapa langkah saja. Kelemahan sistem ini umumnya sering dirasakan oleh pengguna mahir yang menginginkan bentuk perintah yang dinginkan sesuai dengan pilihan yang dimasukkan. Hal ini biasanya terjadi pada pengguna yang sangat fanatik terhadap Command Line Interface.

    Contoh sistem operasi jenis ini antara lain BeOS, Macintosh, MS Windows, Linux, dan sebagainya.
Berdasarkan jumlah tindakan atau proses yang mampu dilakukan dalam selang waktu yang bersamaan, sistem operasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
  1. Non - Multi Tasking / Multi Threading
    Sistem operasi jenis ini hanya mampu menjalankan satu perintah tunggal dalam selang satu waktu saja tak peduli perintah tersebut menggunakan sumber daya yang sedang tidak dipakai atau tidak.

    Keuntungan sistem ini adalah suatu perintah dapat dilaksanakan secara tuntas sampai berakhir dengan prioritas tertinggi. Sedangkan kelemahan dari sistem ini adalah jika terdapat banyak perintah, maka akan terjadi antrian perintah yang cukup panjang. Pengguna harus menunggu perintah selesai dilaksanakan untuk memasukkan perintah selanjutnya.

    Contoh sistem operasi yang menggunakan metode ini adalah PC / MS DOS.
  2. Multi Tasking / Multi Threading
    Sebaliknya, sistem operasi jenis ini mampu memproses lebih dari satu perintah dalam waktu yang bersamaan. Hal ini dapat terjadi karena kemampuan membagi sumber daya yang tersedia. Jika suatu perintah datang membutuhkan sumber daya media simpan, maka sambil menunggu media simpan menyelesaikan perintah / pekerjaan yang telah ditentukan, apabila datang perintah lain yang membutuhkan sumber daya memori misalnya, perintah tersebut dapat langsung dikerjakan tanpa menunggu perintah sebelumnya selesai dikerjakan.

    Manfaat metode ini akan terasa ketika banyak terdapat perintah yang menggunakan sumber daya yang berbeda, sehingga rangkaian perintah dapat diselesaikan dengan lebih cepat.

    Contoh sistem operasi jenis ini antara lain Linux, Macintosh, MS Windows, dan sebagainya.
Aplikasi Pengolah Data
Perangkat lunak ini umumnya berfungsi untuk mengolah informasi atau data dari pengguna melalui perhitungan - perhintungan tertentu agar dapat menjadi bentuk yang lebih bermanfaat bagi pengguna.

Berdasarkan jenis data yang diolahnya, aplikasi pengolah data dapat dibedakan menjadi:
  1. Pengolah kata
    Aplikasi ini mempunyai fungsi utama untuk menangani segala bentuk pengolahan kata / kalimat. Aplikasi jenis ini harus mempunyai kemampuan pemformatan dokumen, editing (copy, cut, move, dan paste), fasilitas mail merge, tabel, hingga fasilitas pencetakan.

    Aplikasi pengolah kata terbaru bahkan mempunyai fasilitas untuk menerjemahkan dari bahasa asli menjadi bahasa lain yang dikehendaki, fasilitas pengecekan tata bahasa (spelling checker), kosakata (thesaurus) dan sebagainya.

    Contoh aplikasi pengolah kata antara lain MS Word, Word Perfect, Wordstar, dan sebagainya.
  2. Pengolah angka
    Aplikasi ini mempunyai fungsi utama untuk menangani segala bentuk pengolahan angka. Aplikasi jenis ini harus mempunyai kemampuan perhitungan - perhitungan baik matematika, finansial, logika, referensi, dan sebagainya.

    Fasilitas pembuatan grafik dari angka yang telah ada merupakan fasilitas yang harus tersedia untuk meningkatkan nilai aplikasi di mata pengguna.

    Penambahan kemampuan pemformatan dan editing dokumen juga merupakan nilai lebih yang dapat dijual kepada pengguna.

    Contoh aplikasi jenis ini antara lain MS Excell, Quattro Pro, Lotus 123, dan sebagainya.
  3. Pengolah gambar
    Aplikasi ini membutuhkan sumber daya yang lumayan besar untuk memperlancar proses pengolahan gambar yang diinginkan oleh pengguna.

    Proses pengolahan gambar tidak lepas dari manipulasi suatu obyek gambar. Kemampuan editing, penambahan efek - efek emboss, blur, sharpen, soften, magic text, Edge, mozaic, texturizer, stained glass, resize, rotate, dan sebagainya merupakan fasilitas standar yang harus dimiliki oleh perangkat ini.

    Perhitungan matematis yang cukup kompleks dalam manipulasi gambar membutuhkan sumber daya processor dan kartu grafis serta ruang memori yang cukup besar.

    Contoh aplikasi pengolah gambar antara lain Adobe Photoshop, Ulead PhotoImpact, dan sebagainya.
  4. Pengolah database
    Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi terintegrasi di dalam konsep sistem informasi, dimana didalamnya memungkinkan pengolahan kata, angka dan gambar dalam satu kegiatan. Aplikasi ini sangat spesifik, tergantung jenis kegiatan, visi dan misi yang dimiliki oleh pengguna.

    Contoh aplikasi ini antara lain MultiCipta GL, ANDAL Account Receiveable, ANDAL Account Payable dan sebagainya.
Utility
Perangkat lunak dengan klasifikasi utility sangat banyak tersedia, bahkan hampir sebagian besar jenis perangkat lunak termasuk dalam kategori utility. Sub kategori aplikasi yang termasuk jenis ini pun sangat banyak, namun beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Kompiler / interpreter / debugger
    Aplikasi ini berfungsi untuk membuat dan menguji alur aplikasi lain dengan menggunakan bahasa pemrograman. Aplikasi ini bertugas untuk mengubah bahasa pemrograman yang hanya dimengerti oleh pengguna menjadi bahasa mesin yang dimengerti oleh perangkat lunak dan perangkat keras.

    Contoh aplikasi ini antara lain Inprise Delphi, MS Visual Studio, GNU C Compiler, Microsoft Assembler, Soft ICE, dan sebagainya.
  2. Pengelolaan arsip (archieve management)
    Aplikasi ini berfungsi untuk mengelola arsip dengan operasi - operasi seperti pemindahan, penyalinan, backup dan restore, pemampatan, enkripsi, pemulihan susunan / isi arsip yang rusak, pembuatan file / folder, dan sebagainya.

    Contoh aplikasi ini antara lain Windows Explorer, WinZip, PGP Pro, PowerQuest Drive Image, PowerQuest Lost and Found, Norton UnErase, dan sebagainya.
  3. Penataan tampilan (desktop enhancement)
    Aplikasi ini membuat beberapa perubahan pada tampilan sistem operasi grafis sehingga membuat tampilan yang ada menjadi lebih menarik dan bervariasi.

    Contoh aplikasi ini antara lain Windows Blid, Dektop Theme, NeXT STEP Desktop Enhancement, dan sebagainya.
  4. Informasi sistem (system information / benchmark)
    Aplikasi ini memberikan berbagai informasi mengenai konfigurasi sistem aktif kepada pengguna, baik konfigurasi perangkat keras maupun perangkat lunak yang terpasang. Termasuk di dalamnya fungsi pengujian kinerja dan stabilitas sistem.

    Contoh aplikasi ini antara lain MS System Information, HWinfo, Motherboard Monitor, SiSoft Sandra, MadOnion 3Dmark, dan sebagainya.


Di samping sub kategori di atas, masih banyak sub kategori dan aplikasi lain yang elum disebutkan. Umumnya aplikasi yang berfungsi untuk membantu atau mempermudah pekerjaan pengguna dapat dimasukkan ke dalam kategori utility.
Perangkat Pintar
Sebagai perangkat yang bertugas mengendalikan perangkat keras dan perangkat pintar, kemampuan seorang pengguna haruslah sepadan dengan perangkat yang dipakainya.

Berdasarkan lingkup kemampuan yang dimiliki, perangkat pintar dapat dibedakan menjadi:
  1. Operator
  2. Programmer
  3. System Analyst
  4. Pengembang (developer)
Untuk meningkatkan kemampuan pengguna dalam menguasai perangkat lunak dan perangkat keras, maka salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan serta sertifikasi.

back
top
Best viewed with XHTML1 and CSS2 compliant browser @ 1024x768x32 Misc. Info
Copyright © 2003 - 2005, Bayu Prasetio.