Articles » Mobile Device » IMEI Code Formatting and Validation
IMEI Code Formatting and Validation
Posted on 2003-01-14 03:46:00, Updated on 2003-05-08 00:00:00 - #Hits : 541

Kita tentunya sering mendengar kata "IMEI", namun saya yakin belum begitu banyak yang mengetahui secara mendetail lebih dari sekedar serangkaian nomor. Nomor IMEI dapat dilihat pada kemasan / kardus pembungkus ponsel, atau bisa juga dilihat langsung pada perangkat ponsel (letaknya sangat bervariasi, namun biasanya ada di dalam casing), cara lainnya adalah dengan mengetikkan perintah *#06# pada ponsel.

IMEI merupakan singkatan dari International Mobile Equipment Identity yang merupakan serangkaian 15 (lima belas) nomor acak yang unik untuk mewakili identitas suatu ponsel. Rangkaian nomor ini bukannya tanpa aturan sama sekali, IMEI mempunyai format penulisan dan keabsahan yang harus diperhatikan seperti berikut:

XXXXXX XX XXXXXX X
TAC FAC SNR SP

Dimana :
  • TAC merupakan singkatan dari Type Approval Code, dimana 2 digit pertamanya merupakan kode negara (country code).
  • FAC merupakan singkatan dari Final Assembly Code, yaitu kode pembuat ponsel.
    01AEG
    02AEG
    07Motorola
    10Nokia
    20Nokia
    30Ericsson
    40Motorola
    40Siemens
    41Siemens
    44Siemens
    47Opsi Internasional
    50Bosch
    51Sony
    51Siemens
    51Ericsson
    60Alcatel
    70Sagem
    75Dancall
    80Philips
    85Panasonic
  • SNR merupakan singkatan dari Serial Number, yaitu nomor seri ponsel tersebut.
  • SP singkatan dari Spare, yaitu digit verifikasi keabsahan nomor IMEI, default-nya bernilai 0, angka ini akan berubah setelah dilakukan validasi nomor IMEI.

Seperti yang telah disinggung bahwa nomor IMEI mempunyai keabsahan penulisan. Metode / algoritma untuk menentukan apakah nomor IMEI tersebut valid atau tidak berdasarkan pada algoritma Luhn. Selain pada IMEI, algoritma Luhn juga diterapkan pada penomoran Kartu Kredit, beberapa kartu ATM seperti BNI, namun tentunya dengan format yang agak berbeda.

Nah adapun untuk validasi nomor IMEI adalah sebagai berikut.
Anggap digit - digit IMEI adalah D14 D13 D12 ... D3 D2 D1 SP dimana D14 merupakan digit paling kiri sedangkan digit SP adalah digit paling kanan.


cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
  • Kalikan dua semua digit IMEI pada posisi ganjil, D13, D11, D9, D7, D5, D3, dan D1
  • Jumlahkan semua digit (secara individu) hasil perkalian tersebut => J1
  • Jumlahkan semua digit IMEI pada posisi genap => J2
  • Jumlahkan J1 dan J2 = J3
  • Jika J3 adalah angka yang diakhiri dengan 0 (0,10,20,30, dst), maka SP = 0, jika tidak, maka SP adalah hasil pengurangan dari angka puluhan terdekat yang lebih tinggi dari J3

Berikut merupakan salah satu contoh kasus. Diketahui nomor IMEI adalah 490154100837810, maka:
  • TAC nya adalah 490154
  • FAC bernilai 10
  • SNR -nya 083781
  • SP sementara 0

Nah untuk menentukan nilai SP, maka dilakukan validasi terhadap nomor tersebut.
Digit D14 D13 D12 D11 D10 D9 D8 D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 SP
Nilai 4 9 0 1 5 4 1 0 0 8 3 7 8 1 0
Perkalian 4 9 x 2 = 18 0 1 x 2 = 2 5 4 x 2 = 8 1 0 x 2 = 0 0 8 x 2 = 16 3 7 x 2 = 14 8 1 x 2 = 2 0
Penjumlahan J1 (1+8) [18 menjadi 1+8] + 2 + 8 + 0 + (1 + 6) + (1 + 4) + 2 = 33 0
Penjumlahan J2 4 + 0 + 5 + 1 + 0 + 3 + 8 = 21 0
Penjumlahan J3 33 + 21 =5 4 0
Nilai SP Karena J3 tidak merupakan kelipatan 10, maka SP merupakan selisih dari angka puluhan terdekat dari J3, yaitu 60 dengan J3, yaitu 54. Maka SP = 60 - 54 = 6 4
Maka nomor IMEI setelah divalidasi menjadi 490154100837816.

Demikian format penulisan nomor IMEI beserta validasinya yang saya ketahui, bahan dari artikel ini saya dapat dari forum diskusi Forum Ponsel, forum GSMForum, GSMSMS, dan berbagai sumber lain di internet. Jika ada kekurangan mohon dikonfirmasi. Selamat berjumpa pada artikel selanjutnya, salam.


back
top
Best viewed with XHTML1 and CSS2 compliant browser @ 1024x768x32 Misc. Info
Copyright © 2003 - 2005, Bayu Prasetio.