Audit PDE, Pengendalian Umum, Kejahatan Komputer dan Audit File dan Database
Posted on 2005-02-11 02:31:41 - #Hits : 1885
PENDAHULUAN
Audit berbasis komputer atau komputer audit pada dasarnya mempunyai tujuan
yang sama dengan audit manual, hanya cara dan media yang digunakan agak
sedikit berbeda, yaitu menggunakan piranti komputer, baik piranti lunak maupun
piranti keras dalam proses audit, baik itu digunakan sebagai alat, objek,
subjek atau simbol. Audit ini dikenal juga sebagai audit PDE.
AUDIT PDE
Terdapat berbagai versi mengenai prosedur audit Pengolahan Data Elektronik
(PDE), namun kesemuanya itu dapat dirangkum menjadi lima kegiatan yaitu:
- Merencanakan pemeriksaan
Perencanaan memungkinkan auditor memperoleh bukti yang cukup dan
kompeten dalam proses audit, selain itu perencanaan membuat proses audit
berjalan lebih efisien dan efektif karena adanya kejelasan langkah /
tahap dalam proses audit.
- Memahami lingkungan komputer
Tanpa memahami lingkungan komputer, auditor tidak dapat melakukan audit
dengan benar sesuai dengan prinsip audit yang telah ditetapkan
oleh Standar Profesional Akuntansi Publik (SPAP).
- Mengevaluasi pengendalian intern
Tahap ini menilai efektifitas dan efisiensi dari prosedur pengendalian
intern dalam mencegah atau mendeteksi kesalahan penyajian (miss statement).
- Melakukan pengujian ketaatan dan substantif
Tujuannya adalah untuk menentukan apakah sistem pengendalian intern
berjalan sebagaimana mestinya dan melakukan validasi bahwa suatu transaksi
tertentu telah diotorisasi secara memadai, disertai dengan bukti pendukung
yang kuat.
- Menyelesaikan pemeriksaan
Tahap akhir dalam setiap audit adalah penyampaian laporan audit sesuai
dengan tujuan audit yang dilakukan.
PENGENDALIAN
Proses audit dilakukan tidak lain dalam rangka mewujudkan pengendalian dan pengawasan.
Pengendalian dan pengwasan itu sendiri merupakan salah satu perangkat manajemen untuk
tetap menjaga organisasi tetap berada pada arah dan tujuannya.
Ada berbagai macam jenis pengendalian, dari ruang lingkup luas atau umum hingga khusus
menurut bidang tertentu, namun kesemuanya itu berakar pada pengendalian umum.
PENGENDALIAN UMUM
Dalam komputer audit, pengendalian umum meliputi kebijakan dan prosedur mengenai semua
aktifitas PDE. Ikatan Akuntansi indonesia (IAI) menyatakan bahwa pengendalian umum
meliputi beberapa unsur sebagai berikut:
- Pengendalian organisasi dan manajemen
Tujuannya adalah sebagai alat untuk menciptakan kerangka kerja organisasi PDE
meliputi pemisahan fungsi, prosedur dan kebijakan yang berkaitan dengan
fungsi pengendalian.
- Pengendalian piranti lunak dan piranti keras
Digunakan untuk mendeteksi kesalahan yang mungkin timbul, otorisasi akses dan
membantu pemakai komputer secara aktif.
- Pengendalian akses
Dimaksudkan untuk memberikan jaminan sumber daya PDE yang digunakan sebagaimana
mestinya dengan membatasi hak akses pengguna.
- Pengendalian data dan prosedur
Memberikan kerangka kerja untuk mengendalikan operasi sehari - hari agar tidak
terjadi kesalahan data.
- Pengendalian terhadap pengembangan sistem baru
Untuk menjamin pengembangan sistem, standar kebijakan dan prosedur telah
diotorisasi dan dilaksanakan dengan benar sehingga dapat diperiksa (audit-able).
- Pengendalian terhadap pemeliharaan program
Bertujuan untuk menjaga integritas sistem dari kesalahan program dan perubahan
yang tidak sah.
- Dokumentasi
Digunakan sebagai prasarana untuk mengembangkan, memelihara dan menggunakan
sistem serta untuk mengidentifikasi pengendalian aplikasi yang diperlukan.
KEJAHATAN KOMPUTER
Dalam proses audit PDE, auditor haruslah memperhatikan adanya kemungkinan terjadinya
kejahatan / kecurangan komputer. Kejahatan komputer dapat didefinisikan sebagai
setiap tindakan yang tidak legal dimana pengetahuan tentang teknologi komputer
berperan dominan dalam pelaksanaan kejahatan tersebut. Kejahatan ini dapat dilakukan
baik oleh pihak di dalam perusahaan, pihak di luar perusahaan termasuk mantan pegawai
perusahaan bersangkutan atau oleh pihak luar yang bekerja sama dengan pihak di dalam
perusahaan.
Peran komputer dalam kejahatan tersebut dapat bervariasi, yaitu dapat berperan sebagai
alat untuk membantu pelaku melakukan tindak kejahatan; sebagai objek sasaran kejahatan;
sebagai subjek dalam melakukan tindak kejahatan dan sebagai simbol untuk disalahkan
atau dijadikan alasan atas adanya tindak kejahatan.
Jenis informasi yang dijadikan sasaran dalam kejahatan ini bermacam - macam,
antara lain informasi mengenai keadaan aktiva suatu perusahaan, rencana harga jual,
pemasaran, daftar pelanggan, informasi mengenai sistem pengamanan dan sebagainya.
Metode yang dilakukan untuk mendapatkan informasi tersebut di atas dapat berupa
pemalsuan, penyadapan data, penyebaran virus, trojan, bahkan melalui pintu jebakan.
Untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan komputer pengguna atau administrator
setidaknya membuat dan mengatur otorisasi penggunaan sumber daya PDE secara efisien
dan efektif.
AUDIT FILE DAN DATABASE
Dalam melakukan audit terhadap file dan database, auditor dapat melakukan
pengujian ketaatan maupun pengujian substantif dengan tujuan untuk memperoleh
keyakinan bahwa sistem PDE telah memproses data akuntansi secara benar untuk
mengetahui keberadaan dan efektifitas pengendalian.
Kedua jenis pengujian ini dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu dari tiga
alternatif yang ada, yaitu tanpa memeriksa file data, dengan menggunakan data
sebenarnya (real / live data) atau dengan menggunakan data simulasi (dummy /
simulation data)
Alternatif pertama masih memungkinkan untuk dilakukan dengan menggunakan rancangan
audit sekitar komputer, akan tetapi alternatif kedua dan ketiga sudah tidak
memungkinkan lagi, bahkan mungkin harus menggunakan teknik audit berbantuan
komputer (TABK), baik dengan program utilitas, program yang dibuat dengan tujuan
khusus atau program pemeriksaan umum.