Ketika sebuah kenikmatan yang luar biasa datang, semua hal seakan menjadi tidak bernilai lagi. Kenikmatan apakah yang mampu menimbulkan efek yang sedemikian dahsyat itu...?
Kenikmatan ini merupakan lanjutan dari episode sebelumnya dari seorang hamba. Kenikmatan tetap iman dan islam yang membuat hamba ini selalu mengingat Allah dan bersyukur atas semua rizki yang tidak terhitung lagi. Seakan - akan 'kehilangan' yang dialami oleh hamba ini pada episode sebelumnya menjadi tidak ada nilainya apabila dibandingkan dengan rizki yang telah diperoleh maupun rizki yang akan didapat dari kesabaran yang harus dilakukan.
Bagaimana tidak nikmat, begitu menyebut asma Allah di dalam keheningan malam, kegelisahan dan kecemasan yang menimpa menjadi hilang tergantikan dengan nikmat kegembiraan dan kemudahan.
Kegelisahan adalah pemikiran yang berlebihan akibat peristiwa masa lalu sementara kecemasan adalah pemikiran yang berlebihan mengenai peristiwa yang akan terjadi pada masa datang. Jika ingin tenang, buang jauh kedua pemikiran yang terlalu berlebihan ini, jalankan saja apa yang ada hari ini sesuai dengan apa yang telah ditunjukkan dalam Al-Quran maupun Al-Hadits maupun fatwa - fatwa ulama.